Sabtu, 12 Maret 2011

AGAMA DAN KEBUDAYAAN HINDU BUDHA DI INDONESIA


AGAMA DAN KEBUDAYAAN HINDU BUDHA DI INDONESIA
BAB I       AGAMA DAN KEBUDAYAAN HINDU BUDHA DI INDONESIA
Standar Kompetensi
Menganalisis perjalanan bangsa Indonesia pada masa Negara Negara tradisional
Kompetensi dasar
Menganalisis pengaruh perkembangan agama dan kebudayaan Hindu Buddha terhadap masyarakat di berbagai daerah di Indonesia
Alokasi waktu 4 jam pelajaran  2 X pertemuan
Tujuan pembelajaran
1.       Mendeskripsikan teori teori tentang proses dan berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu
2.       Mengidentifikasi factor factor tentang proses interaksi di berbagai dartah dengan tradisi Hindu Buddha
3.       Mendeskripsikan perkembangan tradisi Hindu Buddha di Indonesia
---------------------------------------------------------------------------------------------------
Pertemuan ke 1 – 3
A.  Ringkasan Materi
Agama Hindu Buddha adalah agama tetra di Indonesia.  Masuk  ke Indonesia yang barber dengan kebudayaan masyarakat Indonesia . menurut para ahli sejarah masuknya agama Hindu Buddha di Indonesia belum di ketahui dengan  jelas , belum ada kesepakatan secara ilmiah tentang masuk dan berkembangnya sehingga masih banyak prespektif yang yang bermunculan tentang kapan agama ini masuk ke Indonesia.
Secara historis agama hindu dan budha sudah menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat indinesia .hal ini terlihat dari beberapa peninggalan sejarah seperti  candi, batu nisan, prasasti,relief relief seperti yang ada di candi Borobudur yang bercorak bangunan agama budha dan sampai sekarang pun jug belum diketahui kapan bangunan ini didirikan disamping itu juga ajaran ini sudah merubah tatanan hidup masyarakat Indonesia. Untuk lebih mendalami keta bahas mengenai perndapat berikut ini ;
Teori Masuknya Pengaruh Hindu Budha
Kurang lebih pada abad IV bangsa india mulai melakukan kontak budaya dengan bangsa Indonesia. Bukti  bukti arkeologi yang mengatakan hal tersebut  adalaharca budha yang bergaya amarawati dari jember, Sulawesi tengah ( sempanga), Palembang ( bukti guntang ), maupun muara kaman ( gua sikompeng ), ada beberapa teori tentang  masuknya agama hindu budha ke Indonesia .
a.     Teori Ksatriya (Ksatria Hipotesis ) 
Teori ini mengatakan bahwa proses masuknya budaya india ke Indonesia diperankan oleh golongan prajurit . yaitu kasta ksatria . masuknya golongan prajurit ini disebabkan oleh bentuk kolonialisme yang terjadi di Indonesia. Mereka dating untuk menaklukan wilayah Indonesia dan kemudian menyebarkan ajaran hindu budha. Pendapat lain menyatakan bahwa kolonialisme dilakukan  dengan menaklukan pada daerah daerah di Indonesia.teori ini didasarkan pada logika kekerasan dimana suatu Megara yang dapat menaklukan Negara lain melalui prajurit perangnya untuk menyebarkan suatu kebudayaan. Teori ini kekemukakan oleh Van Denboosh
b.     Teiri Waisya ( Waisya Hipotesis )
N.J  krom menjelaskan bahwa ajaran hindu budha masuk ke Indonesia diperankan oleh golongan waisya yaitu kaum pedagang . Adanya perdagangan antara Indonesia dengan india yang kemudian melakukan penyebaran budaya hindu  budha .  teori ini di perkuat dengan dasar banyaknya para  pedagang india yang menetap di Indonesia dan melakukan pernikahan dengan masyarakat Indonesia.
c.    Teori  Brahmana
Van Leur mengatakan bahwa Kedatangan ajaran hindu budha di Indonesia dikarenakan dengan Adanya ketertariakan bangsa Indonesia mengundang golongan brahmana dari india untuk melakukan upacara vratyastoma, yaitu  upacara khusus untuk dapat menghindukan seseorang oleh karena itu ajaran hindu budha di bawa oleh golongan brahmana dan kemungkinan yang lebih dulu adalah melalui pendeta agama budha.
d.   Teori Arus Balik
Disamping teori di atas ada teori nasional yang menjelaskan bahwa m asuknya hindu budha ke Indonesia adalah oleh masyarakat Indonesia sendiri  kelompok ini sering disebut empu atau local genius . ada pula yang mengatakan karena Adanya ketertarikan bangsa Indonesia terhadap kebudayaan india teori ini sering disebut teori arus balik.







Fakta Tentang  Proses Interaksi Masyarakat Di Berbagai Daerah Dengan Tradisi Hindu Budaha


              

Sebelum  masuk agama dan kebudayaan hindu budha masuk ke Indonesia, masyarakat Indonesia telah memiliki kebudayaan yang bernilai tinggi . unsur kebudayaan asli bangsa Indonesia misalnya seni gamelan, bahasa, kemampuan membatik dan sebagainya.
Masuknya kebudayaan india bukan berarti menggeser kebudayaan asli masyaralat Indonesia , dengan local genius justru dapat memanfaatkan masuknya kebudayaan hindu budha yang berkembang di Indonesia , ini dapat dilihat dari beberapa hal misalnya :

1.     Seni bangunan
Pengaruh seni bangunan india di insonesia dapat dilihat pada  bangunan candi yang memiliki ciri khas Indonesia asli yang tidak di temukan di India. Missal andi Borobudur memiliki prototype yang merupa kan candi budha terbesar di Indonesia dan memiliki ciri punden berundak undak merupakan ciri tradisi dari Zaman megalithikum .
2.     Seni sastra
Perkembangan sastra di Indonesia jug banyak mendapat pengaruh dari india. Ini tampak dari penggunaan bahasa sanskerta dan jug hurup pellawa pada prasasti prasasti yang diteukan di Indonesia . juga berkembangnya epos Ramayana dan maha barata yang banyak di temukan di Indonesia
3.     Kepercayaan
Sebelum mengenal hindu budha , masyarakat Indonesia juga sudah mengenal kepercayaan yaitu bercorak animisme dan dinamisme. Namun setelah kebudayaan india masuk bangsa Indonesia banyak yang memiliki kepercayaan yang bersifat politheisme

4.     Bidang pemerintahan
Pemerintahan awal di Indonesia yang berkembang adalah system pemerintahan yang dipimpin oleh kepala suku yang dipilih menurut prinsip Primus Interpares. Namun setelah hindu budha masuk berkembang kemudian system pemerintah kerajaan yang bersifat turun temurun.
5.     Seni rupa dan seni lukis
Perkembangan seni rupa di Indonesia nempak pada relief candi, mislnya pada candi Borobudur yang menunjukkan unsure india yaitu relief sang budha namun alamnya menggambarkan suasana alam Indonesia separti rumah panggung dan perahu bercadik
6.     kalender      
Akulturasi  dalam bidang kalender Nampak dari penggunaan thn saka. Dismping itu juga penggunaan
Candra Sangkala dalam penulisan tahun.
                Demikian pengaruh kebudayaan hindu badha terus berkembang dalam segala aspek kehidupan . selanjutnya berkembang kerajaan besar sseperti Sriwijaya . mataram , Majapahit dan lain lain.
                                              tugas
1.   jelaskan masuknya agama hindu budha yang anda ketahui  ?
2.   bagaimana pengaruh hindu budha terhadap system pemerintahan di Indonesia  ?
3.   mengapa muncul agama budha di dunia yang anda ketahui ?
4.   bagaimana hubungan agama hindu budha dalam membangun peradaban masyarakat Indonesia  yang anda ketahui ?
5.   kebudayaan hindu budha sang at berperan dalam pembangunan system pemerinatahan di indonesia  pada masanya  ?


Ulangan Harian
1.       Berikut  ini pernyataan yang tidak tepat mengenai agama dan kebudayaan hindu  adalah …..
a.       Agama dan kebudayaan hindu pertama kali berkembang diwilayah isdus india
b.      Agama dan kebudayaan hindu lahir sebagai bentuk perpaduan antara kebudayaan aria dan dravida
c.       Pendukung utama kebudayaan hindu adalah bangsa dravida yang merupakan penduduk asli india
d.      Agama hindu termasuk dalam kepercayaan yang bersifat politheisme
e.      Dalam agama hindu dikenal Adanya trimurti yang terdiri dari brahma, wisnu dan syiwa
2.       Berkembangnya teori waisa antara lain di dasarkan pada ….
a.       Banyaknya orang Indonesia yang berprofesi sebagai pedagang
b.      Adanya hubungan dagang antara india dengan Indonesia yang didukung dengan letaknya sebagai jalur perdagangan
c.       Banyaknya pedagang pedagang  Indonesia yang membentuk perkampungan di india
d.      Posisi Indonesia sebagai kerajaan maritimterbesar di wilayah asia
e.      Adanya hubungan kekerabatan antara rajaraja dari india
3.       Menurut FDK Bosh, golongan pembawa agama dan kebudayaan Hindu ke indonesia adalah ….
a.       Kaum  brahmana
b.      Kaum  ksatria                                                             d.  Kaum  sudra
c.       Kaum  waisya                                                             e.  Kaum  pedagang
4.       Kelemahan teori waisya tentang masuknya pengaruh hindu ke Indonesia adalah ….
a.       Yang berhak menyebatakan agama hindu hanyalah kaum brahmana
b.      Adanya larangan bagi kaum sudra untuk meninggalkan daerahnya
c.       Kaum waisya umumnya tidak menguasai masalah masalah agama
d.      Raja hanyalah penyatu hubungan antar Negara
e.      Kaum waisya tidak diperbolehkan meninggalkan daerahnya sediri
5.       Pernyataan yang tepat mengenai kondisi masyarakat Indonesia sebelum masuknya pengaruh hindu budha adalah ….
a.       Sebelum masuknya pengaruh hindu budha masyarakatindonesia belum mengenal peradaban
b.      Tulisan yang berkembang di Indonesia sebelum masuknya pengaruh india adalah tulisan palawa
c.       sebelum  masuknya hindu budha di Indonesia sudah memiliki kepercayaan yang bercorak animisme dan dinamisme
d.      Sebelum  masuknya hindu budha di Indonesia sudah berkembang system pemerintahan kerajaan
e.      Sebelum masuknya hindu budha di Indonesia masih hidup secara nomaden
6.       Masuknya kebudayaan hindu budha di Indonesia diperkirakan pada abad ke 4 sebelum masehi yang didasarkan pada penemuan ….
a.       Pasasti kutai
b.      Candi Borobudur                                                    d.  Prasati ciaruteun
c.       Candi prambanan                                                   e.  Prasasti Tugu
7.       Kebudayaan hindu budha masuk ke Indonesia dibawah oleh orang india dengan cara kolonisasi atau penaklukan adalah pendapat dari …..
a.       Teori arus balik
b.      Bodhi                                                                            d.  Teori Nasional
c.       Penerangan agung                                                  e.  Teori Brahmana
8.       Pembagian golongan pada masyarakat hindu disebut …..
a.       Stratifikasi sosial
b.      Kasta                                                                             d.  Kedudukan sosial
c.       Tingkatan sosial                                                        e.  Vamasjrama darmha
9.       Lahirnya agama budha bertujuan untuk membebaskan manusia dari ….
a.       Samsara
b.      Badhi                                                                             d.  Kesengsaraan
c.       Penerangan agung                                                  e.  Diniawi
10.   Ajaran budha diperkenalkan oleh ….
a.       Budhi
b.      Gudhdana                                                                    d.  Dhidarta
c.       Bangswa aria                                                               e.  Rahulla
11.   Sang budha mendapat penerangan agung ketika sedang melakukan perenungan di daerah …
a.       Candi Borobudur
b.      India utara                                                                  d.  Lumbinigrama
c.       Samath                                                                         e.  Bodh gaya
12.   Candi yang  terletak disebelah selatan jawa yang mewakili agama hindu adalah ….
a.       Candi mendut
b.      Candi Borobudur                                                      d.  Candi Muara takus
c.       Candi prambanan                                                    e.  Candi Padang Lawas
13.   Kaum terendah dalam golongan masyarakat hindu adalah ….
a.       Waisya
b.      Sudra                                                                            d.  Brahmana
c.       Ksatria                                                                            e.  Tjandala
14.   Kitab hindu sama wedha berisikan tentang ….
a.       Kempulan nyanyian nyanyian suci untuk memuja dewa
b.      Rumusan rumusan upacara dewa
c.       Melodi atau himne yang dinyanyikan oleh pendeta pendeta yang bertugas dalam upacara
d.      Mantra mantra yang mengundang kekuatan gaib
e.      Do’a do’a peribadahan
15.   Masuknya kebudayaan hindu budha  mengakibatkan berubahnya tatanan pemerintahan Indonesia yaitu …..
a.       Pergantian pemimpin Indonesia
b.      Pemerintahan yang dipimpin oleh kasta brahmana
c.       Pemerintahan yang dipimpin oleh kepala suku
d.      Pemerintahan yang dipimpin oleh raja
e.      Pemerintahan yang demokratis



Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan baik dan benar  !

1.       Jelaskan masuknya kebudayaan hindu budha di Indonesia   !
2.       Sebutkan kitab kitab weda yang di percaya oleh umat budha  !
3.       Jelaskan lahirnya agama budha di dunia  !
4.       Apa saja pengaruh kebudayaan hindu budha di Indonesia  !
5.       Bagaimana lahirnya agama budha di india  !

BAB  II   KERAJAAN KERAJAAN HINDU BUDHA DI INDONESIA
Standar Kompetensi
Menganalisis perjalanan bangsa Indonesia pada masa Negara Negara tradisional
Kompetensi dasar
Menganalisis perkembangan kehidupan Negara Negara hindu budha di Indonesia
Tujuan  pembelajaran
1.       Mendeskripsikan sistem dan struktur sosial ekonomi masyarakat pada masa kerajaan hindu budha
2.       Membandingkan struktur birokrasi antara kerajaan kerajaan hindu budha di berbagai daerah
3.       Mengidentifikasi factor factor penyebab runtuhnya kerajaan kerajaan hindu budha di Indonesia

Pertemuan ke 4 -6
1.     Kerajaan kutai
      Kerajaan kutai adalah kerajaan tertua di Indonesia . letaknya di daerah kutai Kalimantan timur yang pusat pemerintahannya dimuarakaman tepi sungai mahakan. Kerajaan ini di pengaruhi oleh hindu budha. Kerajaan kuutai didirikan oleh Aswawarman anak Kudungga . sumber sumber yang menyebutkan sejarah kerajaan kutai adalah patung yang ditemukan di gunung kombang dan tujuh buah presasti yang disebut yupa. Penemuan yupa ini terjadi secara terpisah dengan tahun yang berbeda . yaitu pada yahun 1879. Ditemukan 4 yupa dan pada thn 1940 ditemukan lagi 3 yupa didaerah aliran sungai Mahakam.
      Pada yupa yang ditemukan tidak ada angka tahunya sehingga sulit untuk dikenali kapan persisnya yupa ini dibuar.  Untuk mengetahui thn pembuatan yupa tersebut, maka berdasarkan perbandingan bentuk hurup yang dipakai pada yupa dengan prasati dari india maka diketahui bahwa yupa yupa terse but dibuat pada abad ke 4 M. hurup yang digunakan adalah hurup pallawa ( huruup yang dipakai di india selatan ) bahasa sangsekerta dan disusun dalam bentuk syair. Isinya berupa silsilah raja yang menyatakan bahwa maharaja kudungga mempunyai putra yang bernama Aswawarman yang dipercaya sebagai titisan dewa ansuman ( dewa matahari ) dengan demikian raja yang pertama nya adalah Kudungga.
a.       Kehidupan politik
Kehidupan politik pada masa kerajaan kutai tidak begitu diketahui. Hanya sedikit buktu bukti tatanan politik yang di tulis pada prasasti yupa. Disamping itu ada juga dugaan bahwa kerajaan kutai sebelumnya dipimpin oleh kepala suku yang bernama kudungga. kemudian mengubah status menjadi kerajaan pada masa Aswawarman yang dikenakenal sebagai pendiri Dinasti Vamsakarta. Kerajaan kutai mencapai masa jayanya pada masa pemerintahan Mulawarman. Penggunaan nama warman menunjukan adanya hubungan poliatik dengan india.
b.      Kehidupan keagamaanutkan bahwa        
Semenjaka pemerintahan mulawarman kerajaan kutai telah menganyt afana hindu. Perkembang an agama hindu di kutai mencapai puncaknya pada masa pemerintahan mulawarman . hal tersebut dapat kita ketahui dari prasasri yupa yang menyebutkan bahwaMulawarman melakukan u[acara keagamaan dan menghadiahkan 20.000 ekor sapi kepada kaum Brahmana. Berdasarkan prasasti di atas dapat disimpulkan bahwa ajaran Hindu yang berkembang di Kutai adalah Hindu syiwaisme, ini di tandai dengan bangunan waprakeswata yang berkaitan dengan baprakeswara di jawa yang lebih menekankan pemujaan kepada syiwa.
c.       Akhir kerajaan kutai
Mengenai kakopan kerajaan kutai berakhir belum dapat disimpulkan secara pasti hal ini di sebabkan minimnya sumber sumber sejarahnya. Namun kemungkinan setelah kepemimpinan setelah Mulawarman tidak ada gemanya.
2, Kerajaan Tarumanagara
      Kerjaan tarumanagara diperkirakan terletak di daerah bekasi atau bogor , jawa barat . sumber sumber mengenai kerajaan tarumanagara antara alin :
a.       Tujuh buah prasasti uyang memakai hurup pallawa dan bahasa sansekerta.
1)      Prasasti ciampea atau ciaruteun yang berisi tentang bekas dua telapak kaki dewa wisnu ialah kaki yang mulia Purnawarman raja dari negeri Taruma.
2)      Prasasti kebon kopi di kampong muara hilir Cibungbulang , yang isinya adalah dua telapak kaki gajah Airawata yaitu gajah kendaraan dewa Wisnu
3)       Prasasti Koleangkak atau prasati jambu yang berisi tentang kegagahan dan keperkasaan Raja Purnawarman yang mengenakan baju ziarah (Varman)
4)      Prasasti pasir awi dan Muara cianten. Yang berhurup ikal ini sampai sekarang belum dapat dibaca.
5)      Prasasti Cindang hiang atau prasasti lebak ditemukan di lebak pandeglang, thn 1947 , yang berisi tentang keperwiraan dan keperkasaan serta keagungan dan keberanian dari purnawarman.
6)      Prasasti tugu yang ditemukan di desa tugu cilingcing Jakarta utara. Yang berisi tentang penggalian sungai gamati (Canrabaga) yang panjangnya 11 km serta selamatan dengan menghadiahkan 1000 ekor sapi kepada kaum brahmana. Menurut barbacaraka Candrabhaga adalah nama sungai di india
b.      Arca Rajasi yang mempunyai  trinetra  yang merupakan area Syiwa
c.       Dua arca wisnu
d.      Berita dari cina yaitu Fa-Hien 414 m yang menyebutkan tentang banyaknya kaum Brahmana di tarumanegara. Disamping itu juga adanya berta lain dari cina yang antara lain menyebutkan nama tolomo untuk menyebut taruma.
prasati tugu di museum nasional


candi  jiwa di situs percandian Batu Jaya
3, kerajaan Sriwijaya
      kerajaan Sriwijaya sering di kenal sebagai kerajaan nusantara yang pertama di wilayah Indinesia , karena kerajaan ini muncul pada abad ke 7 M dan dikenal sebagai kerajaan maritime yang kuat
a.       Bukti keberadaan kerajaan sriwijaya 
sebagai sumberyang dapat di jadikan sebagai kajian antara lain
1)      Prasasti Keduakan Bukitm (605-683 M)
Prasasti ini berbahasa sansekerta yang berisi tentang perjalanan suci (Sydartayatsa) yang dilakukan oleh Dapunta Hyang dari Minangatamwan dan berhasil menaklukan beberapa daerah.
2)      Prasasti  Talang Tuo (606-684 M)
Yang berisi tentang pembuatan kebun (taman) yang diberi nama Sriksetra atas pernatah Dapunta Hyang Srijaya Negara utuk memakmurkan senua mahkluk, dimuat juga do’ a do’a agama Budha Maha Yana
3)      Prasasti  Telaga Batu (tanpa angka tahun)
Prasasti ini berbahasa melayu dan berhurup pallawa, yang berisi tentang kutukan kutukan kepada siapa saja yang tidak tunduk kepada raja.  Ditemukan di telaga batu , Palembang
4)      Prasasti kota kapur (608-686)
Ditemukan di pulau Bangka yang berhurup pallawa bahasa sansekerta. Yang berisi tentang permohonan kepada dewa untuk menjafa kerahaab sriwihaya dan neghukum siapa saha yang akan bermaksud jahat. Dan menyebutkan tentang penyerangan sriwijaya ke sebuah kerajaan yang ada di jawa.
b.      Peran Kerajaan Sriwijaya
1)      Sriwijaya sebagai kerajaan maritime yang besar
Dari bukti bukti historis yang ada dapat disimpulkan bahwa sriwijaya merupakan kerajaan maritime yang mampu mengyuasai dan mengintrol perdagangan di wilayah nusantara. Perannya sebagai segara maritime tidak rterlepas dari factor factor berkut:
a)      Letak sriwijaya yang strategis dipersimpangan jalan perdagangan dunia dari cina , india dan segara barat dengan perdagangan nusantara selat : malaka, laut jawa dan indinesia dibagian timur
b)      Sriwijaya mempuyai potensi  alam sehingga menarik para pedagang untuk singgah di sriwijaya. Komoditi yang  utama adalah emas. Perak dan gading.
c)       Keruntuhan kerajaan punan di indo china yang awalnya merupakan pengyasa perdagangan di asia tenggara.
Adapun keuntungan lain yang diperoleh kerajaan sriwijaya yaitu:
1.       Bea masuk semua barang dagangan yang melewati Bandar bandarnya.
2.       Bea masuk kapal yang melewati wilayah dan pelabuhan di Bandar bandarnya
3.       Upeti persembahan dari para pedagang dan raja raja taklukan
4.       Hasil keuntungan dari perdagangan sriwijaya sendiri.
2)      Ssriwijaya sebagai pusat agama budha di asia tenggara
Sriwijaya merupakan kerajaan budha yang menganut aliran budha Mahayana/ sebagai pusat agama budha banyak didirikan biara biara yabg didiami oleh ratusan bhiksu. Di sriwijaya juga didirikan pergutuan tinggi yang mengajarkan ilmu dan kebudayaan budha. Gurunya yang terkenal antara lain satya kitri dan Dharma kitri. Sriwijaya juga sering mengirim biksu biksu ke india yaitu nalanda untuk belajar disana. Hal tersebut diberitakan oleh prasasti nalanda (860 M) yang isinya tentang pembebasan pajak beberapa buah desa agar dapat member nafkah kepada para biksu dalam sebuah biara yang ddibangun oleh Balaputra Dewa ( raja sriwijaya terbesar keturunan dinasti samaratungga kerajaan mataran kuno).

Arca emas Avalokiteçvara bergaya Malayu-Sriwijaya, ditemukan di Rantaukapastuo, Muarabulian, Jambi, Indonesia.

c.       Kemunduran dan keruntuhan kerajaan sriwijaya
Pada akhir abad ke 13 M sriwijaya telah mengalami kemunduran yang disebabkan oleh beberapa factor diantaranya adalah :
1)      Factor geologis yaitu dengan terjadinya pendangkalan sungai musi yang menyebabkan Palembang jauh dari pantai sahingga fungsinya sebagai Bandar penting mengalami kemunduran.
2)      Factor politik
a.       Dari sebelah utara sriwijaya terdesak oleh siam yang melakukan ekspansi ke selatan yaitu daerah daerah sebelah utara Malaya.
b.      Disebelah timur sriwijaya terdesak oleh singosari dengan rajanya kertanegara .
3)      Factor ekonomi
a.       Perdagangan sriwijaya mengalami kemunduran
b.      Banyak daerah bawahan yang melepaskan diri sehingga mengurangi pendapatan Negara

                             UJI KOMPETENSI


1.       Pernyataan yang tepat mengenai kerajaan kutai  adalah ….
a.       Kerjaan kutai terletak di Kalimantan utara
b.      Kerajaan kutan mencapai masa jayanya pada masa aswawarman
c.       Kerajaan kutai merupakan kerajaan budha tertua di Indonesia
d.      Keberadaan kerajaan kutai di ketahui dari prasasti yupa
e.      Kerajaan kutai menganut hindu waisnawa.
2.       Kesimpulan yang berkaitan dengan bangunan Wapra keswara dari kerajaan kutai adalah …
a.       Kerajaan kutai menganut kepercayaan hindu Syiwaisme
b.      Kerajaan kutai merupakan kerajaan tertua di Indonesia
c.       Raja terbesar dari kerjaan kurtai adalah kudungga
d.      Kerajaan kutai masih mengembangkan tradisi megalitikum
e.      Kepercayaan masyarakat kutai lebih menekankan terhadap dewa wisnu
3.       Kerajaan tarumanagara dijelaskan dengan tepat dalam pernyataan berikut ini …
a.       Kerajaan tarumanagara terletak di jawa timur
b.      Kerajaan tarumanagara mencapai masa jayanya pada masa raja mulawarman
c.       Kerajaan tarumanagara mencapai masa jayanya pada masa raja purnawarman
d.      Agama yang berkembang di kerajaan tarumanagara adalah budha
e.      Salah satu wumber tertulis mengenai kerajaan tarumanagara adalah prasasti kotakapur
4.       Penggalian sungai gomati merupakan informasi dari prasasti …
a.       Kedukan bukit                                                           d.  jambu
b.      Pasir Awi                                                                      e.  Tugu
c.       Lebak
5.       Unsur India yang Nampak pada prasasti yupa adalah …
a.       Adanya tradisi untuk membuat tugu                               d.  Hurup sansekerta dan bahasa pallawa
b.      Hurup pallswa dan bahas sansekerta              e.  memakai nama kutai
c.       Ditemukannya nama kudungga
6.       Penjelasan Mulawarman yang tepat aadalah…
a.       Pendiri dinasti kutai                                                d.  Raja terbesar di kerajaan kutai
b.      Raja yang membangun sungai gomati             e.  Raja india yang menguasai kutai
c.       Raja pertama kutai yang bergelar hindu
7.       Raja tarumanegara yang terbesar adalah …
a.       Mulawarman                                                             d.  Kudungga
b.      Purnawarman                                                           e.  Adithiya warman
c.       Aswawarman
8.       Keberadaan kerajaan kutai dapat dibuktikan dengan ….
a.       Berkembangnya agama hindu di kutai
b.      Berita berita dari china
c.       Ditemukannya 7 buah prasasti yang berbentuk yupa
d.      Laporan perjalanan marcopollo di Kalimantan
e.      Ditemukannya prasasti nalanda
9.       Berdasarkan prasasti ciaruteun dapat kita simpulkan bahwa agama yang dianut kerajaan terumanegara adalah ….
a.       Hindu Waisnawa                                                      d.  Budha Mahayana
b.      Hindu syiwaisme                                                      e.  Budha Mahayana
c.       Budha Tantrayana
10.   Dibawah ini yang merupakan prasasti dari kerajaan sriwijaya adalah ….
a.       Kedukan bukit. Kota kak;pur dan telaga batu             
b.      Kedukan bukit, tugu dan talang tuo
c.       Telaga batu , kota kapur dan pasir awi
d.      Kota kapur , tugu dan telaga batu
e.      Telaga batum talang tuo dan pasir awi
11.   Ditinjau dari letak geografisnya perdagangan sriwijaya cepat berkembang karena …
a.       Merupakan kerajaan maritime
b.      Wilayahnya lebih banyak beru;pa perairan
c.       Merupakan penghasil lada terbesar
d.      Letaknya dekat selat malaka yang merupakan jalur perdagangan internasional
e.      Berada antara Indonesia barat dan timur
12.   Raja sriwijaya yang merupakan keturunan dari keturunan kerajaan mataram adalah …
a.       Dapunta hyiang                                                        d.  Srijaya nagara
b.      Balaputra dewa                                                        e.  Nalanda
c.       sakyakitri
13.   factor politik yang melatarbelakangi runtuhnya kerajaan sriwijaya adalah…….
a.       Serangan dari bangsa china                                                 d.  Serangan dari Mataram
b.      Berdirinya kerajaan majapahit                           e.  Perang saudara
c.       Serangan dari singosari
14.   Perjalanan Dapunta hyiang ke Minangatanwan merupakan isi dari prasasti  ….
a.       Kedukan bukit                                                           d.  kota kapur
b.      Telaga bodas                                                              e.  Nalanda
c.       Talang tuo
15.   Sumber tertulis yang tepat untuk mengetahui keberadaan kerajaan sriwijaya adalah ….
a.       Prasasti cindanghiang
b.      Berita dari ibnu batutah
c.       Secita marco[olo
d.      Prasasti kedukan bukit
e.      Prasasti munjul

                                                               ---------‘’’--------------



Jawablah Pertanyaan Di Bawah Ini Dengan Singkat Dan Jelas

1.       Jelaskan mengenai kepercayaan yang berkembang di kerajaan kutai berdasarkan bukti yang ada.!
2.       Jelaskan peranan aswawarman bagi kerajaan kutai !
3.       Jelaskan keuntungan ekonomi yang diperoleh  kerajaan sriwijaya sebagai Negara maritim !
4.       Sebutkan isi dari prasasti jambu !
5.       Jelaskan sebab sebab kemunduran kerajaan sriwijaya dari segi ekonomi !

A.    RINGKASAN MATERI
1.   Kerajaan Mataram Kuno
             Kerajaan ini bediri antara abad 8 sampai 10 M, dengan pusat kerajaan nya berpusat di pedalaman jawa tengah. Sumber sumber yang mendukung keberadaan mataram kuno adalah prasasti Canggal dan prasasti Balitung (Mantyiasih).
Sesungguhnya, pusat Kerajaan Medang pernah mengalami beberapa kali perpindahan, bahkan sampai ke daerah Jawa Timur sekarang. Beberapa daerah yang pernah menjadi lokasi istana Medang berdasarkan prasasti-prasasti yang sudah ditemukan antara lain,
  • Medang i Bhumi Mataram (zaman Sanjaya)
  • Medang i Mamrati (zaman Rakai Pikatan)
  • Medang i Poh Pitu (zaman Dyah Balitung)
  • Medang i Bhumi Mataram (zaman Dyah Wawa)
  • Medang i Tamwlang (zaman Mpu Sindok)
  • Medang i Watugaluh (zaman Mpu Sindok)
  • Medang i Wwatan (zaman Dharmawangsa Teguh)
Menurut perkiraan, Mataram terletak di daerah Yogyakarta sekarang. Mamrati dan Poh Pitu diperkirakan terletak di daerah Kedu. Sementara itu, Tamwlang sekarang disebut dengan nama Tembelang, sedangkan Watugaluh sekarang disebut Megaluh. Keduanya terletak di daerah Jombang. Istana terakhir, yaitu Wwatan, sekarang disebut dengan nama Wotan
Daftar raja-raja Medang
Apabila teori Slamet Muljana benar, maka daftar raja-raja Medang sejak masih berpusat di Bhumi Mataram sampai berakhir di Wwatan dapat disusun secara lengkap sebagai berikut:
Candi Prambanan dari abad ke-9, terletak di Prambanan, Yogyakarta, dibangun antara masa pemerintahan Rakai Pikatan dan Dyah Balitung.
  1. Sang Ratu Sanjaya, pendiri Kerajaan Medang
  2. Rakai Panangkaran, awal berkuasanya Wangsa Sailendra
  3. Rakai Panunggalan alias Dharanindra
  4. Rakai Warak alias Samaragrawira
  5. Rakai Garung alias Samaratungga
  6. Rakai Pikatan suami Pramodawardhani, awal kebangkitan Wangsa Sanjaya
  7. Rakai Kayuwangi alias Dyah Lokapala
  8. Rakai Watuhumalang
  9. Rakai Watukura Dyah Balitung
  10. Mpu Daksa
  11. Rakai Layang Dyah Tulodong
  12. Rakai Sumba Dyah Wawa
  13. Mpu Sindok, awal periode Jawa Timur
  14. Sri Lokapala suami Sri Isanatunggawijaya
  15. Makuthawangsawardhana
  16. Dharmawangsa Teguh, Kerajaan Medang berakhir
Pada daftar di atas hanya Sanjaya yang memakai gelar Sang Ratu, sedangkan raja-raja sesudahnya semua memakai gelar Sri Maharaja.
, yang terletak di daerah Madiun. Struktur pemerintahan
Raja merupakan pemimpin tertinggi Kerajaan Medang. Sanjaya sebagai raja pertama memakai gelar Ratu. Pada zaman itu istilah Ratu belum identik dengan kaum perempuan. Gelar ini setara dengan Datu yang berarti "pemimpin". Keduanya merupakan gelar asli Indonesia.
Ketika Rakai Panangkaran dari Wangsa Sailendra berkuasa, gelar Ratu dihapusnya dan diganti dengan gelar Sri Maharaja. Kasus yang sama terjadi pada Kerajaan Sriwijaya di mana raja-rajanya semula bergelar Dapunta Hyang, dan setelah dikuasai Wangsa Sailendra juga berubah menjadi Sri Maharaja.
Pemakaian gelar Sri Maharaja di Kerajaan Medang tetap dilestarikan oleh Rakai Pikatan meskipun Wangsa Sanjaya berkuasa kembali. Hal ini dapat dilihat dalam daftar raja-raja versi Prasasti Mantyasih yang menyebutkan hanya Sanjaya yang bergelar Sang Ratu.
Jabatan tertinggi sesudah raja ialah Rakryan Mahamantri i Hino atau kadang ditulis Rakryan Mapatih Hino. Jabatan ini dipegang oleh putra atau saudara raja yang memiliki peluang untuk naik takhta selanjutnya. Misalnya, Mpu Sindok merupakan Mapatih Hino pada masa pemerintahan Dyah Wawa.
Jabatan Rakryan Mapatih Hino pada zaman ini berbeda dengan Rakryan Mapatih pada zaman Majapahit. Patih zaman Majapahit setara dengan perdana menteri namun tidak berhak untuk naik takhta.
Jabatan sesudah Mahamantri i Hino secara berturut-turut adalah Mahamantri i Halu dan Mahamantri i Sirikan. Pada zaman Majapahit jabatan-jabatan ini masih ada namun hanya sekadar gelar kehormatan saja. Pada zaman Wangsa Isana berkuasa masih ditambah lagi dengan jabatan Mahamantri Wka dan Mahamantri Bawang.
Jabatan tertinggi di Medang selanjutnya ialah Rakryan Kanuruhan sebagai pelaksana perintah raja. Mungkin semacam perdana menteri pada zaman sekarang atau setara dengan Rakryan Mapatih pada zaman Majapahit. Jabatan Rakryan Kanuruhan pada zaman Majapahit memang masih ada, namun kiranya setara dengan menteri dalam negeri pada zaman sekarang.
Keadaan penduduk
Temuan Wonoboyo berupa artifak emas menunjukkan kekayaan dan kehalusan seni budaya kerajaan Medang.
Penduduk Medang sejak periode Bhumi Mataram sampai periode Wwatan pada umumnya bekerja sebagai petani. Kerajaan Medang memang terkenal sebagai negara agraris, sedangkan saingannya, yaitu Kerajaan Sriwijaya merupakan negara maritim.
Agama resmi Kerajaan Medang pada masa pemerintahan Sanjaya adalah Hindu aliran Siwa. Ketika Sailendrawangsa berkuasa, agama resmi kerajaan berganti menjadi Buddha aliran Mahayana. Kemudian pada saat Rakai Pikatan dari Sanjayawangsa berkuasa, agama Hindu dan Buddha tetap hidup berdampingan dengan penuh toleransi.
Konflik takhta periode Jawa Tengah
Pada masa pemerintahan Rakai Kayuwangi putra Rakai Pikatan (sekitar 856880–an), ditemukan beberapa prasasti atas nama raja-raja lain, yaitu Maharaja Rakai Gurunwangi dan Maharaja Rakai Limus Dyah Dewendra. Hal ini menunjukkan kalau pada saat itu Rakai Kayuwangi bukanlah satu-satunya maharaja di Pulau Jawa. Sedangkan menurut prasasti Mantyasih, raja sesudah Rakai Kayuwangi adalah Rakai Watuhumalang.
Dyah Balitung yang diduga merupakan menantu Rakai Watuhumalang berhasil mempersatukan kembali kekuasaan seluruh Jawa, bahkan sampai Bali. Mungkin karena kepahlawanannya itu, ia dapat mewarisi takhta mertuanya.
Pemerintahan Balitung diperkirakan berakhir karena terjadinya kudeta oleh Mpu Daksa yang mengaku sebagai keturunan asli Sanjaya. Ia sendiri kemudian digantikan oleh menantunya, bernama Dyah Tulodhong. Tidak diketahui dengan pasti apakah proses suksesi ini berjalan damai ataukah melalui kudeta pula.
Tulodhong akhirnya tersingkir oleh pemberontakan Dyah Wawa yang sebelumnya menjabat sebagai pegawai pengadilan.
Teori van Bammelen
Menurut teori van Bammelen, perpindahan istana Medang dari Jawa Tengah menuju Jawa Timur disebabkan oleh letusan Gunung Merapi yang sangat dahsyat. Konon sebagian puncak Merapi hancur. Kemudian lapisan tanah begeser ke arah barat daya sehingga terjadi lipatan, yang antara lain, membentuk Gunung Gendol dan lempengan Pegunungan Menoreh. Letusan tersebut disertai gempa bumi dan hujan material vulkanik berupa abu dan batu.
Istana Medang yang diperkirakan kembali berada di Bhumi Mataram hancur. Tidak diketahui dengan pasti apakah Dyah Wawa tewas dalam bencana alam tersebut ataukah sudah meninggal sebelum peristiwa itu terjadi, karena raja selanjutnya yang bertakhta di Jawa Timur bernama Mpu Sindok.
Mpu Sindok yang menjabat sebagai Rakryan Mapatih Hino mendirikan istana baru di daerah Tamwlang. Prasasti tertuanya berangka tahun 929. Dinasti yang berkuasa di Medang periode Jawa Timur bukan lagi Sanjayawangsa, melainkan sebuah keluarga baru bernama Isanawangsa, yang merujuk pada gelar abhiseka Mpu Sindok yaitu Sri Isana Wikramadharmottungga.

Permusuhan dengan Sriwijaya
Selain menguasai Medang, Wangsa Sailendra juga menguasai Kerajaan Sriwijaya di pulau Sumatra. Hal ini ditandai dengan ditemukannya Prasasti Ligor tahun 775 yang menyebut nama Maharaja Wisnu dari Wangsa Sailendra sebagai penguasa Sriwijaya.
Hubungan senasib antara Jawa dan Sumatra berubah menjadi permusuhan ketika Wangsa Sanjaya bangkit kembali memerintah Medang. Menurut teori de Casparis, sekitar tahun 850–an, Rakai Pikatan berhasil menyingkirkan seorang anggota Wangsa Sailendra bernama Balaputradewa putra Samaragrawira.
Balaputradewa kemudian menjadi raja Sriwijaya di mana ia tetap menyimpan dendam terhadap Rakai Pikatan. Perselisihan antara kedua raja ini berkembang menjadi permusuhan turun-temurun pada generasi selanjutnya. Selain itu, Medang dan Sriwijaya juga bersaing untuk menguasai lalu lintas perdagangan di Asia Tenggara.
Rasa permusuhan Wangsa Sailendra terhadap Jawa terus berlanjut bahkan ketika Wangsa Isana berkuasa. Sewaktu Mpu Sindok memulai periode Jawa Timur, pasukan Sriwijaya datang menyerangnya. Pertempuran terjadi di daerah Anjukladang (sekarang Nganjuk, Jawa Timur) yang dimenangkan oleh pihak Mpu Sindok.
Peristiwa Mahapralaya
Mahapralaya adalah peristiwa hancurnya istana Medang di Jawa Timur berdasarkan berita dalam prasasti Pucangan. Tahun terjadinya peristiwa tersebut tidak dapat dibaca dengan jelas sehingga muncul dua versi pendapat. Sebagian sejarawan menyebut Kerajaan Medang runtuh pada tahun 1006, sedangkan yang lainnya menyebut tahun 1016.
Raja terakhir Medang adalah Dharmawangsa Teguh, cicit Mpu Sindok. Kronik Cina dari Dinasti Song mencatat telah beberapa kali Dharmawangsa mengirim pasukan untuk menggempur ibu kota Sriwijaya sejak ia naik takhta tahun 991. Permusuhan antara Jawa dan Sumatra semakin memanas saat itu.
Pada tahun 1006 (atau 1016) Dharmawangsa lengah. Ketika ia mengadakan pesta perkawinan putrinya, istana Medang di Wwatan diserbu oleh Aji Wurawari dari Lwaram yang diperkirakan sebagai sekutu Kerajaan Sriwijaya. Dalam peristiwa tersebut, Dharmawangsa tewas.
Tiga tahun kemudian, seorang pangeran berdarah campuran JawaBali yang lolos dari Mahapralaya tampil membangun kerajaan baru sebagai kelanjutan Kerajaan Medang. Pangeran itu bernama Airlangga yang mengaku bahwa ibunya adalah keturunan Mpu Sindok. Kerajaan yang ia dirikan kemudian lazim disebut dengan nama Kerajaan Kahuripan.

Peninggalan sejarah
(Kiri) Avalokitesvara lengan-dua. Jawa Tengah, abad ke-9/ke-10, tembaga, 12,0 x 7,5 cm. (Tengah: Chundā lengan-empat, Jawa Tengah, Wonosobo, Dataran Tinggi Dieng, abad ke-9/10, perunggu, 11 x 8 cm. (Kanan) Dewi Tantra lengan-empat (Chundā?), Jawa Tengah, Prambanan, abad ke 10, perunggu, 15 x 7,5 cm. Terletak di Museum für Indische Kunst, Berlin-Dahlem.
Selain meninggalkan bukti sejarah berupa prasasti-prasasti yang tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur, Kerajaan Medang juga membangun banyak candi, baik itu yang bercorak Hindu maupun Buddha. Temuan Wonoboyo berupa artifak emas yang ditemukan tahun 1990 di Wonoboyo, Klaten, Jawa Tengah; menunjukkan kekayaan dan kehalusan seni budaya kerajaan Medang.
Candi-candi peninggalan Kerajaan Medang antara lain, Candi Kalasan, Candi Plaosan, Candi Prambanan, Candi Sewu, Candi Mendut, Candi Pawon, dan tentu saja yang paling kolosal adalah Candi Borobudur. Candi megah yang dibangun oleh Sailendrawangsa ini telah ditetapkan UNESCO (PBB) sebagai salah satu warisan budaya dunia.
Kepustakaan
  • Marwati Poesponegoro & Nugroho Notosusanto. 1990. Sejarah Nasional Indonesia Jilid II. Jakarta: Balai Pustaka
  • Purwadi. 2007. Sejarah Raja-Raja Jawa. Yogyakarta: Media Ilmu
  • Slamet Muljana. 2005. Menuju Puncak Kemegahan (terbitan ulang 1965). Yogyakarta: LKIS
  • Slamet Muljana. 1979. Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya. Jakarta: Bhratara
  • Slamet Muljana. 2006. Sriwijaya (terbitan ulang 1960). Yogyakarta: LKIS
·          
·         KERAJAAN MATARAM KUNO
·         Kerajaan Mataram Kuno (abad ke-8) adalah kerajaan Hindu di Jawa (Jawa Tengah dan Jawa Timur). Berdasarkan catatan yang terdapat pada prasassti yang ditemukan, Kerajaan Mataram Kuno bermula sejak pemerintahan Raja Sanjaya yang bergelar Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya. Ia memerintah Kerajaan Mataram Kuno hingga 732M.
·        
Atas : Komplek Candi Dieng di Wonosobo, Jawa Tengah, merupakan peninggalan candi Hindu pada masa Kerajaan Mataram Kuno.
·         Kerajaan Mataram Kuno diperkirakan berdiri sejak awal abad ke-8. Pada awal berdirinya, kerjaan ini berpusat di Jawa Tengah. Akan tetapi, pada abad ke-10 pusat Kerajaan Mataram Kuno pindah ke Jawa Timur. Kerajaan Mataram Kuno mempunyai dua latar belakang keagamaan yang berbedaa, yakni agama Hindu dan Buddha.
·         Peninggalan bangunan suci dari keduanya antara lain ialah Candi Geding Songo, kompleks Candi Dieng, dan kompleks Candi Prambanan yang berlatar belakang Hindu. Adapun yang berlatar belakang agama Buddha antara lain ialah Candi Kalasan, Candi Borobudur, Candi Mendut, Candi Sewu, dan Candi Plaosan.
·         Kerajaan Mataram di Jawa Tengah
·         Kerajaan Mataram Kuno yang berpusat di Jawa Tengah terdiri dari dua wangsa (keluarga), yaitu wangsa Sanjaya dan Sailendraa. Pendiri wangsa Sanjaya adalah Raja Sanjaya. Ia menggantikan raja sebelumnya, yakni Raja Sanna. Konon, Raja Sanjaya telah menyelamatkan Kerajaan Mataram Kuno dari kehancuran setelah Raja Sanna wafat.
·         Setelah Raha Sanjaya wafat, kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno dipegang oleh Dapunta Sailendra, pendiri wangsa Sailendra. Para raja keturunan wangsa Sanjaya seperti Sri Maharaja Rakai Panangkaran, Sri Maharaja Rakai Panunggalan, Sri Maharaja Rakai Warak, dan Sri Maharaja Rakai Garung merupakan raja bawahan dari wangsa Sailendra. Oleh Karena adanya perlawanan yang dilakukan oleh keturunan Raja Sanjaya, Samaratungga (raja wangsa Sailendra) menyerahkan anak perempuannya, Pramodawarddhani, untuk dikawinkan dengan anak Rakai Patapan, yaitu Rakai Pikatan (wangsa Sanjaya).
·         Rakai Pikatan kemudian menduduki takhta Kerajaan Mataram Kuno. Melihat keadaan ini, adik Pramodawarddhani, yaitu Balaputeradewa, mengadakan perlawanan namun kalah dalam peperangan. Balaputeradewa kemudian melarikan diri ke P. Sumatra dan menjadi raja Sriwijaya.
·         Pada masa Sri Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung Dharmodaya Mahasambu berkuasa, terjadi perebutan kekuasaan di antara para pangeran Kerajaan Mataram Kuno. Ketika Sri Maharaja Rakai Sumba Dyah Wawa berkuasa, kerajaan ini berakhir dengan tiba-tiba. Diduga kehancuran kerajaan ini akibat bencana alam karena letusan G. Merapi, Magelang, Jawa Tengah.
·         Kerajaan Mataram di Jawa Timur
·         Setelah terjadinya bencana alam yang dianggap sebagai peristiwa pralaya, maka sesuai dengan landasan kosmologis harus dibangun kerajaan baru dengan wangsa yang baru pula. Pada abad ke-10, cucu Sri Maharaja Daksa, Mpu Sindok, membangun kembali kerajaan ini di Watugaluh (wilayah antara G. Semeru dan G. Wilis), Jawa Timur. Mpu Sindok naik takhta kerajaan pada 929 dan berkuasa hingga 948. Kerajaan yang didirikan Mpu SIndok ini tetap bernama Mataram. Dengan demikian Mpu Sindok dianggap sebagai cikal bakal wangsa baru, yaitu wangsa Isana. Perpindahan kerajaan ke Jawa Timur tidak disertai dengan penaklukan karena sejak masa Dyah Balitung, kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno telah meluass hingga ke Jawa Timur. Setelah masa pemerintahan Mpu Sindok terdapat masa gelap sampai masa pemerintahan Dharmawangsa Airlangga (1020). Sampai pada masa ini Kerajaan Mataram Kuno masih menjadi saatu kerajaan yang utuh. Akan tetapi, untuk menghindari perang saudara, Airlangga membagi kerajaan menjadi dua, yaitu Kerajaan Pangjalu dan Janggala.




Atas: Candi Plaosan di Klaten, Jawa Tengah, salah satu peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang berlatar agama Buddha.
Atas : Arca Raja Airlangga, raja terakhir Kerajaan Mataram Kuno Jawa Timur, di Candi Belahan. Arca ini kini disimpan di Museum Trowulan.
·         TAHUKAH KAMU
Bencana alam karena letusan G. Merapi yang mengakibatkan berakhirnya Kerajaan Mataram Kuno dianggap sebagai paralaya atau kehancuran dunia.
·         Atas : Candi Gedong Songo di Ungaran, Jawa Tengah, merupakan candi peninggalan Kerjaan Mataram Kuno.
·         Sumber : Syukur, Abdul, Ensiklopedi Umum untuk Pelajar , Jilid 6, Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve, 2005. Halaman 161.

 Kerajaan Kadiri
Kerajaan Kediri ( Panjalu ) Ibu Kotanya Di Daha
Pembagian yang dilakukan air langga ternyata masih menumbulkan rasa ketidak puasan di antara keturunannya. Hal tersebut disebabkan karena dari segi ekonomi di pandang lebih menguntungkan jenggala, karena jenggala ( singosari ) menguasai pedalaman yang subur dan daerah pesisir dengan baik sehingga jenggala dapat hidup agraris dan maritime. Sedangkan Kediri hanya agraris saja.Kerajaan Kadiri atau Kerajaan Panjalu, adalah sebuah kerajaan yang terdapat di Jawa Timur antara tahun 1042-1222. Kerajaan ini berpusat di kota Daha, yang terletak di sekitar Kota Kediri sekarang.
Masa-masa awal Kerajaan Panjalu atau Kadiri tidak banyak diketahui. Prasasti Turun Hyang II (1044) yang diterbitkan Kerajaan Janggala hanya memberitakan adanya perang saudara antara kedua kerajaan sepeninggal Airlangga.
Sejarah Kerajaan Panjalu mulai diketahui dengan adanya prasasti Sirah Keting tahun 1104 atas nama Sri Jayawarsa. Raja-raja sebelum Sri Jayawarsa hanya Sri Samarawijaya yang sudah diketahui, sedangkan urutan raja-raja sesudah Sri Jayawarsa sudah dapat diketahui dengan jelas berdasarkan prasasti-prasasti yang ditemukan.
Kerajaan Panjalu di bawah pemerintahan Sri Jayabhaya berhasil menaklukkan Kerajaan Janggala dengan semboyannya yang terkenal dalam prasasti Ngantang (1135), yaitu Panjalu Jayati, atau Panjalu Menang.
Pada masa pemerintahan Sri Jayabhaya inilah, Kerajaan Panjalu mengalami masa kejayaannya. Wilayah kerajaan ini meliputi seluruh Jawa dan beberapa pulau di Nusantara, bahkan sampai mengalahkan pengaruh Kerajaan Sriwijaya di Sumatra.
Hal ini diperkuat kronik Cina berjudul Ling wai tai ta karya Chou Ku-fei tahun 1178, bahwa pada masa itu negeri paling kaya selain Cina secara berurutan adalah Arab, Jawa, dan Sumatra. Saat itu yang berkuasa di Arab adalah Bani Abbasiyah, di Jawa ada Kerajaan Panjalu, sedangkan Sumatra dikuasai Kerajaan Sriwijaya.
Penemuan Situs Tondowongso pada awal tahun 2007, yang diyakini sebagai peninggalan Kerajaan Kadiri diharapkan dapat membantu memberikan lebih banyak informasi tentang kerajaan tersebut.
Karya Sastra Zaman Kadiri
Seni sastra mendapat banyak perhatian pada zaman Kerajaan Panjalu-Kadiri. Pada tahun 1157 Kakawin Bharatayuddha ditulis oleh Mpu Sedah dan diselesaikan Mpu Panuluh. Kitab ini bersumber dari Mahabharata yang berisi kemenangan Pandawa atas Korawa, sebagai kiasan kemenangan Sri Jayabhaya atas Janggala.
Selain itu, Mpu Panuluh juga menulis Kakawin Hariwangsa dan Ghatotkachasraya. Terdapat pula pujangga zaman pemerintahan Sri Kameswara bernama Mpu Dharmaja yang menulis Kakawin Smaradahana. Kemudian pada zaman pemerintahan Kertajaya terdapat pujangga bernama Mpu Monaguna yang menulis Sumanasantaka dan Mpu Triguna yang menulis Kresnayana.
Runtuhnya Kediri
Arca Buddha Vajrasattva zaman Kadiri, abad X/XI, koleksi Museum für Indische Kunst, Berlin-Dahlem, Jerman.
Kerajaan Panjalu-Kadiri runtuh pada masa pemerintahan Kertajaya, dan dikisahkan dalam Pararaton dan Nagarakretagama.
Pada tahun 1222 Kertajaya sedang berselisih melawan kaum brahmana yang kemudian meminta perlindungan Ken Arok akuwu Tumapel. Kebetulan Ken Arok juga bercita-cita memerdekakan Tumapel yang merupakan daerah bawahan Kadiri.
Perang antara Kadiri dan Tumapel terjadi dekat desa Ganter. Pasukan Ken Arok berhasil menghancurkan pasukan Kertajaya. Dengan demikian berakhirlah masa Kerajaan Kadiri, yang sejak saat itu kemudian menjadi bawahan Tumapel atau Singhasari.
Setelah Ken Arok mengangkat Kertajaya, Kadiri menjadi suatu wilayah dibawah kekuasaan Singhasari. Ken Arok mengangkat Jayasabha, putra Kertajaya sebagai bupati Kadiri. Tahun 1258 Jayasabha digantikan putranya yang bernama Sastrajaya. Pada tahun 1271 Sastrajaya digantikan putranya, yaitu Jayakatwang. Jayakatwang memberontak terhadap Singhasari yang dipimpin oleh Kertanegara, karena dendam masa lalu dimana leluhurnya Kertajaya dikalahkan oleh Ken Arok. Setelah berhasil membunuh Kertanegara, Jayakatwang membangun kembali Kerajaan Kadiri, namun hanya bertahan satu tahun dikarenakan serangan gabungan yang dilancarkan oleh pasukan Mongol dan pasukan menantu Kertanegara, Raden Wijaya.
Raja-Raja yang Pernah Memerintah Daha
Berikut adalah nama-nama raja yang pernah memerintah di Daha, ibu kota Kadiri:
1. Pada saat Daha menjadi ibu kota kerajaan yang masih utuh
Airlangga, merupakan pendiri kota Daha sebagai pindahan kota Kahuripan. Ketika ia turun takhta tahun 1042, wilayah kerajaan dibelah menjadi dua. Daha kemudian menjadi ibu kota kerajaan bagian barat, yaitu Panjalu.
Menurut Nagarakretagama, kerajaan yang dipimpin Airlangga tersebut sebelum dibelah sudah bernama Panjalu.
2. Pada saat Daha menjadi ibu kota Panjalu
Kerajaan Singosari

Kerajaan Tumapel (Singhasari)

Lokasi pusat Kerajaan Singhasari
MasaBerdirinya
Didahului oleh
Digantikan oleh
Kutaraja, Singhasari
Pemerintahan
-Raja pertama
-Raja terakhir
Arca Prajnaparamita ditemukan dekat candi Singhasari dipercaya sebagai arca perwujudan Ken Dedes (koleksi Museum Nasional Indonesia). Keindahan arca ini mencerminkan kehalusan seni budaya Singhasari.

Kerajaan Singhasari atau sering pula ditulis Singasari atau Singosari, adalah sebuah kerajaan di Jawa Timur yang didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222. Lokasi kerajaan ini sekarang diperkirakan berada di daerah Singosari, Malang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar